Limfedema

Mengenal limfedema, penyebabnya, dan bagaimana cara mengontrol kondisi ini secara mandiri.

Apa itu limfedema?

Limfedema adalah pembengkakan lengan/kaki dan/atau bagian tubuh lain yang disebabkan oleh sistem limfatik yang tidak berfungsi dengan baik.

Sistem limfatik memiliki peran penting dalam melindungi tubuh dari infeksi dengan menyaring dan menghilangkan bakteri. Pembengkakan bisa terjadi jika proses drainase limfa tidak berjalan dengan baik. Hal ini dapat mempengaruhi bagian tubuh tertentu.

Gejala awal limfedema bisa berupa pembengkakan yang tidak jelas penyebabnya dan semakin besar seiring waktu, atau merasa berat, nyeri ringan, dan tidak nyaman pada lengan, dada, atau payudara. Jika tidak segera diobati, kondisi ini bisa menyebabkan hilangnya fungsi anggota tubuh dan kulit yang lebih mudah terinfeksi.

Apa penyebab limfedema pasca kanker payudara?

Limfedema sekunder setelah kanker payudara  adalah limfedema yang terjadi akibat kerusakan pada pembuluh limfa atau kelenjar getah bening, yang bisa disebabkan oleh operasi, cedera, pengangkatan kelenjar, atau radioterapi. Infeksi pasca operasi, obesitas, dan beberapa jenis kemoterapi juga dapat meningkatkan risikonya.

Karena tidak ada obat untuk limfedema yang sudah berkembang, semakin cepat terdeteksi pada tahap awal, semakin mudah untuk mengelolanya dan mencegah perkembangannya. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko limfedema.

Pertanyaan umumFAQs

Apa itu limfedema dan bagaimana saya menyadarinya?

Limfedema ditandai dengan pembengkakan pada anggota tubuh atau bagian tubuh lainnya akibat gangguan pada sistem limfatik. 

Pembengkakan ini terjadi karena proses drainase limfa yang tidak berjalan normal. Sistem limfatik berfungsi menyaring dan menghilangkan bakteri untuk melindungi tubuh dari infeksi.

Gejala awal limfedema termasuk rasa berat, nyeri, atau penuh di lengan, serta cincin atau pakaian yang terasa sempit. Pembengkakan ini akan meningkat seiring waktu, menyebabkan ketidaknyamanan, dan jika tidak diobati, dapat mengurangi mobilitas dan membuat kulit rentan infeksi.

Siapa saja yang beresiko terkena limfedema?

Orang yang menjalani operasi dan radioterapi untuk pengobatan kanker payudara berisiko tinggi mengalami limfedema. Kami menyarankan anda untuk berdiskusi dengan spesialis bedah, spesialis onkologi, perawat, atau terapis limfedema mengenai faktor risiko limfedema yang spesifik bagi anda.

Kapan resiko paling besar terkena limfedema?

Sekitar 1 dari 5 orang dengan kanker payudara dapat mengalami limfedema, dengan risiko tertinggi dalam 1–3 tahun setelah pengobatan. Ini adalah waktu penting untuk waspada terhadap gejala. Pemeriksaan rutin disarankan, terutama jika anda berisiko tinggi.

Sayangnya, risiko ini tidak sepenuhnya hilang, dan limfedema bisa muncul bahkan bertahun-tahun setelah pengobatan.

Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi resiko limfedema?

Limfedema adalah salah satu efek samping yang paling mungkin terjadi akibat pengobatan kanker payudara, terutama setelah pengangkatan kelenjar getah bening, radioterapi, atau beberapa jenis kemoterapi. Namun, ada langkah-langkah yang dapat anda lakukan untuk mengurangi risiko, seperti:

  • Menjaga berat badan ideal
  • Tetap aktif dan berolahraga secara teratur
  • Merawat kulit dengan baik untuk mencegah infeksi
  • Rutin melembabkan kulit dengan gerakan ke atas menuju ketiak
  • Menghindari suntikan pada lengan yang berisiko
  • Melakukan skrining dan pemantauan limfedema secara rutin
Dapatkah limfedema diobati?

Deteksi dini dan penanganan limfedema dapat memberikan hasil yang lebih baik. Tersedia program pengobatan efektif yang dapat mengurangi gejala, mengurangi pembengkakan, dan membantu anda menangani limfedema sendiri di rumah.

Apa penyebab limfedema?

Ada dua jenis limfedema: primer dan sekunder.

  • Limfedema primer terjadi akibat kelainan bawaan pada sistem limfatik atau sebagian bagiannya.
  • Limfedema sekunder disebabkan oleh kerusakan pada pembuluh atau kelenjar getah bening, biasanya akibat operasi, pengangkatan kelenjar getah bening, atau radioterapi. Penyebab lain termasuk trauma, infeksi, obesitas, dan imobilitas.
Apa itu pemeriksaan limfedema?

Pemeriksaan dan pemantauan limfedema membantu mendeteksi limfedema pada tahap awal. Beberapa metode pemeriksaan yang digunakan meliputi:

  1. Pengukuran tubuh – Menggunakan pita ukur untuk membandingkan lingkar lengan yang terkena dengan yang tidak.
  2. Tes pitting – Menekan kulit lengan selama 60 detik, lalu melepasnya. Jika terbentuk lekukan yang tidak ada pada lengan sehat, ini bisa menandakan penumpukan cairan.
  3. Perimetri – Mengukur perubahan lingkar dan volume lengan atau anggota tubuh yang terdampak.

Metode ini mendeteksi perbedaan ukuran sejak tahap paling awal. Bioimpedance spectroscopy dengan perangkat SOZO adalah teknologi terbaru yang dapat mendeteksi limfedema subklinis, yaitu ketika terjadi penumpukan cairan kecil di jaringan tanpa gejala atau pembengkakan yang terlihat. Jika terdeteksi sejak dini, limfedema bisa ditangani sebelum berkembang lebih lanjut.

Apa yang perlu saya siapkan untuk pemeriksaan limfedema?

Sebelum menjalani pemeriksaan limfedema, disarankan untuk:

  • Menghindari kafein selama 2 jam sebelum pemeriksaan
  • Menghindari olahraga selama 2 jam sebelum pemeriksaan
  • Menghindari alkohol selama 12 jam sebelum pemeriksaan

ReferensiReferensi

View all

Search

Make An Appointment