Leukemia Limfositik Kronis

Pemahaman tentang metode pengobatan Leukemia Limfositik Kronis dan bagaimana penerapannya pada pasien.

Last modified: Maret 3, 2022

Apa saja pilihan pengobatan pada Leukemia Limfositik Kronis?Pilihan pengobatan

Pilihan pengobatan utama untuk leukemia limfositik kronis atau Chronic Lymphocytic Leukaemia (CLL) antara lain: imunoterapi, terapi bertarget, dan kemoterapi. Sebagian besar pasien CLL mungkin tidak memerlukan pengobatan, sepanjang si pasien tidak mengalami gejala. Jika pasien membutuhkan pengobatan, maka jenis pengobatan yang diberikan bergantung pada sejumlah pertimbangan, antara lain: seberapa tingkatan stadium kanker yang diderita, tingkat kebugaran tubuh, dan pilihan metode pengobatan yang diinginkan. Informasi di halaman ini bertujuan untuk memberi Anda gambaran menyeluruh tentang bagaimana cara kerja pengobatan leukemia limfositik kronis di Malaysia.

Jenis-jenis pengobatan Leukemia Limfositik KronisJenis-jenis pengobatan

Kemoterapi pada leukemia limfositik kronisKemoterapi

Kemoterapi merupakan metode pengobatan pengobatan utama untuk CLL, yang memanfaatkan berbagai obat-obatan untuk membunuh dan memperlambat pertumbuhan sel leukemia limfositik kronis. Pasien bisa menentukan pilihan pengobatan yang diinginkan, bergantung pada apa jenis CLL yang diderita dan berapa usia si pasien

Obat kemoterapi untuk menangani CLL umumnya diberikan bersamaan dengan obat imunoterapi, dengan jangka waktu setiap 28 hari selama enam siklus.

Pelajari lebih lanjut tentang kemoterapi dan cara pemberiannya.

Terapi tertarget pada leukemia limfositik kronisTerapi tertarget

Terapi tertarget memanfaatkan obat-obatan khusus untuk menghancurkan sel-sel CLL dengan menargetkan pada kelainan yang ditemukan dalam sel-sel kanker sekaligus menghindari kerusakan pada sel-sel yang normal dan sehat. Umumnya terapi tertarget menjadi metode pengobatan pilihan bagi pasien CLL dengan perubahan genetik yang disebut mutasi TP53 atau 17p deletion.

Imunoterapi pada leukemia limfoblastik kronisImunoterapi

Metode imunoterapi berfungsi untuk melatih sistem imunitas tubuh pasien agar mampu mendeteksi dan melawan sel leukemia limfositik kronis.

Obat-obatan antibodi monoklonal adalah jenis pengobatan imunoterapi yang menargetkan pada protein CD20 pada permukaan sel darah putih yang disebut limfosit-B (sel-B). Ketika obat-obatan antibodi monoklonal melekat pada protein CD20 di sel B pasien penderita leukemia limfositik kronis, maka sistem imunitas pasien akan mendeteksi dan menargetkan dan menghancurkan sel kanker tersebut.

Pengobatan berdasarkan tingkatan stadium leukemia limfositik kronisPengobatan berdasarkan tingkatan stadium

Saat pasien terdiagnosis menderita CLL, dokter spesialis hematologi akan menyusun rencana tindakan pengobatan berdasarkan stadium kanker yang diderita. Umumnya pasien CLL mungkin tidak memerlukan pengobatan, sepanjang pasien tidak merasakan gejalanya. Pilihan pengobatan untuk setiap stadium CLL antara lain:

  • Leukemia limfositik kronis stadium 0

    Saat CLL berada pada stadium 0, kadar limfosit dalam darah pasien relatif tinggi tetapi tidak menunjukkan adanya gejala lain yang umum ditemukan pada penderita leukemia. Pada stadium ini umumnya pasien tidak memerlukan pengobatan, dan dokter hematologi kemungkinan akan merekomendasikan metode pemantauan aktif.

  • Leukemia limfositik kronis stadium I

    Ciri khas CLL di stadium I masih mirip dengan stadium 0, yaitu kadar limfosit yang tinggi. Yang membedakan adalah ukuran kelenjar getah bening yang membesar daripada ukuran normal. Pada tingkatan stadium I umumnya juga belum memerlukan pengobatan.

  • Leukemia limfositik kronis stadium II

    Pasien CLL stadium II selain mengalami peningkatan limfosit dalam darah, umumnya juga mengalami pembengkakan hati dan limpa, dan pembengkakan kelenjar getah bening. Bergantung pada tingkat keganasan gejalanya dan seberapa kadar limfosit dalam darah, dokter hematologi mungkin merekomendasikan untuk memulai pengobatan.

  • Leukemia limfositik kronis stadium III

    Ketika CLL telah mencapai tingkatan stadium III, limfosit tetap tinggi dan jumlah sel darah merah akan menurun, sehingga mengakibatkan anemia. Walaupun jumlah trombosit pasien tetap normal, namun penyakit yang diderita telah mencapai stadium lanjut yang berisiko tinggi, sehingga memerlukan pengobatan.

    Langkah awal dalam pengobatan CLL adalah menurunkan kadar limfosit, yang bisa ditempuh dalam beberapa metode, antara lain: kemoterapi, terapi tertarget, imunoterapi, atau perpaduan dari tiga metode tersebut. Dokter amat jarang menerapkan metode pengobatan leukaferesis, berupa pengaliran darah menuju mesin untuk menghilangkan sel darah putih dan mengembalikan darah yang sudah bersih ke tubuh pasien lagi, karena peningkatan sel CLL dalam aliran darah pasien juga dapat menyebabkan masalah pada sirkulasi peredaran darah.

  • Leukemia limfositik kronis stadium IV

    Saat CLL sudah berkembang ke stadium IV, semua gejala seperti di stadium I II III muncul, dan kadar trombosit juga turun sehingga darah sulit membeku. Mirip dengan stadium III, stadium IV ini juga memerlukan pengobatan.

ReferensiReferensi

Untuk melihat daftar referensi lengkap, klik di sini.
  1. National Cancer Institute. (2021, September 20). Chronic lymphocytic leukemia treatment. National Cancer Institute. Retrieved December 22, 2021, from https://www.cancer.gov/types/leukemia/patient/cll-treatment-pdq
  2. Leukaemia Foundation. (2020, July 22). Chronic lymphocytic leukaemia (CLL). Leukaemia Foundation. Retrieved December 22, 2021, from https://www.leukaemia.org.au/blood-cancer-information/types-of-blood-cancer/leukaemia/chronic-lymphocytic-leukaemia/
  3. Leukaemia Foundation. (2020, October 11). Chronic lymphocytic leukemia treatment. Leukaemia Foundation. Retrieved December 22, 2021, from https://www.leukaemia.org.au/blood-cancer-information/types-of-blood-cancer/leukaemia/chronic-lymphocytic-leukaemia/chronic-lymphocytic-leukemia-treatment/
View all

Search

Make An Appointment